pasang

Today's Headline

pasang
Keberuntungan = Persiapan + Kesempatan

Diposting oleh On 23.55 with No comments

Long weekend bagi sebagian orang merupakan saat untuk bersenang – senang, menghabiskan waktu dengan keluarga dan beristirahat menghilangkan penat yang telah hadir akibat pekerjaan yang bertumpuk. Tetapi tak semuanya berfikir seperti itu, ada juga yang menjadikan long weekend sebagai saat untuk mencari kesempatan untuk mengembangkan bisnis, dengan bekerja lebih keras, menjual lebih banyak dan merasakan nikmatnya penghasilan saat semua kembali pada aktivitas yang biasa. Diantara dua pilihan tersebut, kira – kira kita termasuk kelompok yang mana ya?
Sebelum kita membahas lebih jauh, mari kita regangkan kaki – kaki kita, memperbaiki posisi duduk agar nyaman lalu tarik nafas dalam –dalam melalui hidung dan hembuskan pelan – pelan melalui mulut setelah kita basahi bibir kita dengan air. Nikmati sensasi dingin dan nyaman, lalu bila anda telah merasa nyaman selanjutnya kita akan mulai berselancar dalam ombak besar rasa ingin tahu. Yuk kita mulai….

Baiklah, sebelumnya saya menganggap anda telah memilih di bagian mana anda dalam dua kelompok tersebut. Mengapa harus memilih?  Karena kita akan membahas sesuatu yang menarik. Apakah yang menarik itu? Hmmm, perhatikan baik – baik lingkungan sekitar kita. saat libur tentu ada yang menggunakan waktunya untuk istirahat bukan, mereka yang menggunakan waktu untuk beristirahat kita asumsikan telah melakukan pekerjaan yang luar biasa di hari – hari kerjanya. Mungkin mereka menggunakan 8-10 jam sehari atau lebih untuk bekerja dan menyelesaikan pekerjaannya apapun bidang pekerjaannya. Orang – orang seperti itu pantas kah di katakan pekerja keras?

Oke kita beralih ke kelompok kedua, yang mereka menggunakan hari libur mayoritas orang – orang untuk bekerja lebih keras. Mungkin mereka mempunyai usaha sendiri atau mereka memang harus bekerja dengan system sift yang membuat mereka harus tetap bekerja meskipun moyoritas berlibur. Ya yang manapun anda pilih, tidak ada benar atau salah tetapi yang kita lihat adalah bagaimana kita melakukannya dengan baik.

Bekerja keras merupakan sebuah kata kerja yang seringkali digunakan untuk mencapai kesuksesan. Saat kita menginginkan sukses (dalam bidang dan bentuk apapun), kerja keras adalah kata kembar yang selalu menemaninya. Lantas, bagaimana kita harus berkerja keras tetapi juga enjoy melakukannya? Pertanyaan bagus bukan, mungkinkah kita bekerja atas sesuatu yang tidak kita sukai? Jawabannya MUNGKIN dan banyak diantara kita melakukannya. Coba kita lihat di gedung – gedung pencakar langit, di mal – mall , pinggir jalan dan lainnya apa yang menyebabkan mereka mau berkerja keras? Jawaban yang paling umum adalah untuk mempertahankan hidup, untuk mencari sesuap nasi.

Apapun jawabannya tidak masalah, setiap orang memiliki alasannya masing – masing. Bagi saya berkerja keras harus memiliki MAKNA yaitu “Kerjakan yang kau cintai, dan Cintai yang kau kerjakan” bagaimana bisa melakukan itu, ya dengan mencari passion hidup dan bidang yang anda senangi dan jadilah AHLI dalam bidang tersebut. Dengan melakukan hal ini tentu kita akan MAU berkerja keras dan merasa bahagia melakukannya.

Menemukan Passion harus diimbangi dengan memiliki VISI hidup yang jelas. Dengan passion, seorang Chairul Tanjung, pengusaha yang memiliki Trans corp dalam sebuah seminar mampu bekerja selama 18 jam seharinya. Selain ia dikarunia intelektualitas yang tinggi dibandingkan orang – orang pada umumnya,  ia pun memiliki kemauan kuat dan kebahagiaan sehingga mau bekerja 2x waktu orang biasa. Ia mampu mengefektifkan waktu bahkan saat makan siang dan istirahat ia tetap melakukan pekerjaan – pekerjaan yang bisa di lakukan. Menurutnya apa yang ia sudah lakukan selama ini, bila dilakukan oleh orang lain dengan cara biasa –biasa saja maka mereka membutuhkan waktu 300 tahun untuk mengumpulkan apa yang telah ia dapatkan sampai dengan  sekarang.

Dengan visi hidup yang jelas,ia membuat sebuah rencana untuk merealisasikannya dan ia berusaha sekuat tenaga hingga bisa melakukan pekerjaannya secara “Berbeda”. Seorang ilmuan terkenal, Albert Einstein mengatakan “Hanya Orang bodoh yang Menginginkan Hasil yang Berbeda dengan Cara yang Sama”

Ya Kita harus melakukannya dengan cara yang berbeda, karena bila kita melakukan dengan cara yang sama tentu kita akan mendapatkan hasil yang sama seperti orang lain. Cintai apa yang kita lakukan, karena bila kita tak menyukainya maka kita akan banyak melihat hal – hal buruk dalam pekerjaan tersebut dan akhirnya potensi yang keluar tidak akan 100%.

Temukan kelebihan yang kita punyai dalam diri, apa yang bisa kita lakukan lebih dari orang lain? Pertanyaan tersebut juga ditanyakan oleh Oprah Winfrey saat awal – awal merintis karier, saat kehidupan masa kecilnya suram, dengan dorongan ayahnya ia menyadari bahwa ia memiliki kelebihan dalam hal “Berbicara” hingga akhirnya ia menjadi seorang penyiar radio, lalu pembawa acara talkshow local hingga akhirnya menjadi salah satu pembawa acara talkshow yang berpengaruh tidak hanya di Amerika tetapi juga dunia dan akhirnya menjadi seorang pemilik perusahaan media yang mendunia.

Apa yang Oprah lakukan penuh dengan kerja keras dan kemauan, menurutnya tidaka ada yang namanya keberuntungan, “Keberuntungan adalah persiapan bertemu dengan kesempatan” demikian pemikiran Oprah. Bukankah kita harus Berlari untuk menjadi yang pertama dalam pertandingan atletik? Sebelum berlari dalam lintasan yang sebenarnya, kita harus berlari dalam latihan dan menyadari kekurangan diri dan memperbaikinya,

Saat kita sudah menyadari dan melakukan semuanya, ingatlah satu hal “ Kita Tak Mungkin Mendapatkan sesuatu Tanpa IjinNya” yang harus kita lakukan selanjutnya adalah memperkuat spiritual kita. Saat kita mengakus ebagai seorang Muslim, jadikan itu sebagai sebuah tindakan bukan hanya kata – kata. Berserah diri kepada Allah SWT dengan melakukan ibadah wajib dan Sunah akan memperkuat “Keberuntungan” yang kita inginkan untuk menjadikan VISI sebagai Sesuatu hal yang nyata.

“Tidak akan berubah Nasib suatu kaum, bila mereka tak berusaha merubah nasibnya” usaha pertama adalah tentukan perubahan yang diinginkan lalu lakukan. Tidak ada kemauan yang lebih kuat selain kemauan yang dilandasi keimanan.
Keep Hungry, Keep Foolish

Keep Writing, keep Inspiring

Karena ilmu adalah Kebutuhan

Hidupku Ceritaku Bukan Ceritamu

Diposting oleh On 23.53 with No comments

Ingatkah kita saat duduk di sekolah dasar (SD), guru kita yang cantik tersenyum lalu bertanya dengan lembut, “Anak – anak, apa cita –cita kalian saat sudah besar?” lalu semua berlomba mengangkat tangan untuk bercerita atau maju ke depan kelas untuk menceritakan cita – cita tersebut dengan antusias, malu – malu, gembira, bahkan bingung karena belum terbayang apa yang akan diceritakan. Masa – masa penuh kebahagiaan dan antusiame, lalu kita pulang dan bercerita pada orangtua kita tentang kejadian di sekolah.

Mungkin tak semua mengalami persis kejadian diatas seperti yang diceritakan, masing – masing memiliki kisahnya sendiri. Anda ya anda yang sedang membaca tulisan ini tentu memiliki pengalaman serupa dan dalam pikiran anda sekarang berkelebat gambar – gambar dari masa itu. Mungkin sekarang anda sedang tersenyum, tertawa atau cemberut berdasarkan pengalaman pribadi tersebut. Tetapi satu hal yang sama, kita semua memiliki CITA – CITA.

Seiring berjalannya waktu, cita –cita yang kita idam – idamkan semasa SD akan memiliki dua kemungkinan, ia akan terus bertahan hingga akhirnya mengakar dalam hati dan pikiran hingga kita dewasa atau ia pun berganti – ganti seiring berubahnya usia, lingkungan pergaulan,dorongan orangtua atau lainnya. Yang manapun anda jalani sekarang, saya berharap anda tak memilih pilihan ketiga, TIDAK lagi memiliki cita – cita. Pilihan yang terakhir akan sangat berbahaya untuk dipilih, karena ibaratnya seperti air yang mengalir mengikuti alur, semua akan bermuara di Laut. Saat tiba dilaut, apa yang membedakan anda dengan orang lain? Semua terlihat sama kan, seperti buih – buih dilautan yang banyak tetapi tak memiliki kekuatan.

Kata cita – cita identik dengan profesi yang akan kita pilih, tetapi yang saya bicarakan adalah lebih besar dari itu. Bukan hanya profesi tetapi sebuah VISI. Akan seperti apa kita, bagaimana meraihnya, siapa yang bisa membantu dan lainnya. Mengapa kita membutuhkan VISI? Karena dengan visi kita menancapkan sebuah target dalam hidup. Apapun profesi yang anda jalani sekarang tentu anda berharap itu dapat menjadi “Kendaraan” anda tuk mencapai VISI.

Beratkah membuat VISI? Hmm, tergantung menurut saya. Loh tergantung apa? sebesar apa anda ingin BERUBAH. Ahhh bicara tentang visi dan perubahan saya jadi ingat sebuah kisah, mau tahu kisah saya??….. hmm, ceritakan gak ya?? Hehehe oke yuk kita simak.

Alkisah di masa lalu ada sebuah kerajaan kecil yang sedang diinvasi daerahnya oleh sebuah kerajaan besar di seberang lautan. Seorang jenderal muda diutus untuk menghadapi pasukan musuh sebelum mereka memasuki wilah kerajaan. Menyeberangi lautan luas dengan ratusan prajurit, sang jenderal harus menghadapi sebuah dilemma. Musuh yang dihadapi berjumlah 10x lipat dari jumlah pasukannya. Selama perjalanan ia pun harus berfikir keras.

Saat tiba di sebuah pulau tempat pasukan musuh membangun markas sebelum menyerang, sang jenderal dan pasukannya mendarat dengan diam – diam. Sesampainya ia di tepi pantai, ia memerintahkan beberapa anak buahnya untuk membakar habis kapal – kapal yang membawa mereka. Setengah tidak percaya, para prajurit tersebut menyalakan api dan dalam waktu singkat kobaran api besar membumbung di angkasa menghanguskan kapal – kapal mereka.

Ditengah kobaran api yang dahsyat, sang jenderal berjalan di depan pasukannya yang mayoritas menunjukkan ekspresi tidak suka, kaget, bingung dan putus asa. Lalu sang jenderal naik ke sebuah batu karang yang besar dan berteriak pada pasukannya.

“Pasukanku. Aku terima tugas berat dari raja kita tuk menyelamatkan negeri. Kita berlayar sejauh ini untuk satu tujuan, menghalangi musuh tuk sampai di negeri kita. kita datang ke pulau ini dengan satu tujuan menghancurkan pasukan musuh dan memulangkan mereka kembali ke negeri mereka nun jauh disana. Kita disini bukan untuk kehormatan, kejayaan atau kekayaan. Kita hadir disini untuk menyelamatkan keluarga kita, anak istri kita, para orang tua dan mereka yang menitipkan nyawa ditangan kita sekarang”

Sang jenderal memandangi pasukannya satu persatu, lalu dengan satu tarikan nafas ia melanjutkan, 

“ Kalian lihat kapal – kapal kita sudah terbakar. Sekarang tak ada lagi yang bisa lari. Pilihan kita hanya dua. berperang hingga tetes darah terakhir atau pulang dengan membawa kemenangan. Jangan berfikir tuk menyerah, karena sekarang menyerah berarti MATI. Perjuangkan negeri kita, perjuangkan anak istri kita, perjuangkan diri kita untuk mengalahkan musuh. Tak ada lagi keraguan, tak ada lagi jalan tuk mundur. SEKARANG atau TIDAK SELAMANYA”

Teriakan pun membahana di angkasa, mereka pun bergerak menuju perkemahan musuh. Dalam gelapnya malam, mereka menyerang secara mendadak melumatkan setiap orang yang ada. Memberikan signal agar tak membunuh teman. Memberikan sebuah serangan kejutan yang mematikan. Bukan karena jumlah mereka yang membuat mereka berani, tetapi kesatuan tujuan dan kemauan kuat yang menjadikan mereka pulang dengan sebuah kemenangan gemilang.

Bagi saya, VISI membuat hidup seperti sang jenderal. Ada sesuatu yang penting di dalam diri kita yang kita yakini dan akan kita lakukan. Mayoritas orang – orang sukses memiliki visi. Semua pedagang memiliki kemampuan menjual, tetapi berapa orang yang bisa menjadi pengusaha dengan ratusan pegawai? Semua mahasiswa memiliki ilmu, tetapi berapa yang mencapai tingkatan tertinggi baik profesi, kekuasaan dan pendapatan? Yang membedakan mereka adalah cita – cita atau VISI mereka.

Mereka tak menjadikan hidup mereka mengalir bagaikan air tetapi ibarat sebuah cerita petualangan yang penuh tantangan, mereka mengidamkan klimaks yang dahsyat hingga cerita mereka tak lagi sama dan menginspirasi orang lain. Bagaimana dengan ANDA? Sudahkah anda tentukan VISI hidup anda? Bila belum, SEKARANGlah waktu yang TEPAT…

Dream It and Make it Real

Diposting oleh On 23.49 with No comments

“Aku Takkan Menarik kembali Kata-kataku, Karena itulah jalan Ninjaku, Naruto”

Jalan ninja adalah jalan yang dihormati dan dipegang teguh oleh Naruto Uzumaki, tidak pernah berpaling kebelakang, optimis dan terus berusaha seberat apapun rintangan yang menghadang. Ia membuat mimpi dan tujuan yang harus dicapai oleh dirinya. Mimpi terbesar Naruto adalah “Menjadi Hokage (Pemimpin para Ninja) di Konoha” dan seiring berjalan waktu salah satu upaya untuk merealisasikan mimpi tersebut adalah dengan “Menyelamatkan Sasuke  dan mengembalikannya ke Konoha”

Setiap kita juga pasti memiliki mimpi, kita mempunyai tujuan yang kadang tidak kita tulis secara nyata hanya menjadi ambisi pribadi, tertulis dalam otak kita yang mungkin akan menjadi hilang karena begitu banyaknya hal yang harus kita ingat. Seiring berjalannya waktu , kita akan mengurangi dampak mimpi yang dulu kita bangun. Bila sebelumnya kita ingin menjadi orang kaya yang memiliki perusahaan yang tersebar di Indonesia, karena sulit akhirnya kita menurunkannya menjadi cukup menjadi pengusaha yang punya perusahaan. Bukan tidak mungkin kita menurunkan kadarnya kembali dengan menjadi pedagang kaki lima karena kita melihat sudah banyak yang berusaha menjadi pengusaha tetapi gagal.

Hal tersebut dapat terjadi bila kita tidak tahu bagaimana harus bermimpi dan mendayagunakan kemampuan kita untuk mencapai mimpi itu dan mewujudkannya dalam bentuk nyata. Tidak ada batasan untuk siapa yang berhak memiliki mimpi, apakah anak kecil, remaja, orangtua siapapun dapat bermimpi. Semakin muda kita memiliki arah tujuan maka akan semakin banyak waktu untuk kita mewujudkannya. Mimpi terwujud bukan karena pengalaman tetapi proses yang kadang tidak mudah, tetapi proses itulah yang membuat kita mempunyai kapasitas untuk mewujudkan mimpi nyata kita.

Terkadang kita tidak menyadari dengan pasti apa yang kita ingin dalam hidup, kita menjadikan hidup ini seperti Mengikuti Aliran Air, kemana air mengalir kesana kita akan berada. Padahal dengan kita mendeskripsikan mimpi secara jelas maka kita akan menemukan tujuan hidup. Bila tujuan tercapai, hal itu berarti adalah prestasi hidup kita.  Dan begitu kita mencapai mimpi maka kita harus menentukan mimpi selanjutnya untuk meningkatkan kapasitas diri kita agar menjadi seseorang yang luar biasa.



William Henry Gates III atau lebih terkenal dengan sebutan Bill Gates, lahir di Seattle, Washington pada tanggal 28 Oktober 1955. Ayah Bill, Bill Gates Jr., bekerja di sebuah firma hukum sebagai seorang pengacara dan ibunya, Mary, adalah seorang mantan guru. Bill adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Sejak kecil Bill mempunyai hobi “hiking”,bahkan hingga kini pun kegiatan ini masih sering dilakukannya bila ia sedang “berpikir”.

Bill kecil mampu dengan mudah melewati masa Sekolah Dasar dengan nilai sangat memuaskan, terutama dalam pelajaran IPA dan Matematika. Mengetahui hal ini, orang tua Bill kemudian menyekolahkannya di sebuah sekolah swasta yang terkenal dengan pembinaan akademik yang baik, bernama LAKESIDE. Pada saat itu , Lakeside baru saja membeli sebuah komputer, dan dalam waktu seminggu, Bill Gates, Paul Allen dan beberapa siswa lainnya (sebagian besar nantinya menjadi programer pertama Microsoft) sudah menghabiskan semua jam pelajaran komputer untuk satu tahun.

Kemampuan komputer Bill Gates sudah diakui sejak dia masih bersekolah di Lakeside. Dimulai dengan meng-hack komputer sekolah, mengubah jadwal, dan penempatan siswa. Tahun 1968, Bill Gates, Paul Allen, dan dua hackers lainnya disewa oleh Computer Center Corp. untuk menjadi tester sistem keamanan perusahaan tersebut. Sebagai balasan, mereka diberikan kebebasan untuk menggunakan komputer perusahaan. Menurut Bill saat itu lah mereka benar- benar dapat “memasuki” komputer. Dan disinilah mereka mulai mengembangkan kemampuan menuju pembentukan Microsoft, 7 tahun kemudian.

Selanjutnya kemampuan Bill Gates semakin terasah. Pembuatan program sistem pembayaran untuk Information Science Inc, merupakan bisnis pertamanya. Kemudian bersama Paul Ellen mendirikan perusahaan pertama mereka yang disebut Traf-O-Data. Mereka membuat sebuah komputer kecil yang mampu mengukur aliran lalu lintas. Bekerja sebagai debugger di perusahaan kontraktor pertahanan TRW, dan sebagai penanggungjawab komputerisasi jadwal sekolah, melengkapi pengalaman Bill Gates.
Musim gugur 1973, Bill Gates berangkat menuju Harvard University dan terdaftar sebagai siswa fakultas hukum. Bill mampu mengikuti kuliah dengan baik, namun sama seperti ketika di SMA, perhatiannya segera beralih ke komputer. Selama di Harvard, hubungannya dengan Allen tetap dekat. Bill dikenal sebagai seorang jenius di Harvard. Bahkan salah seorang guru Bill mengatakan bahwa Bill adalah programer yang luar biasa jenius, namun juga seorang manusia yang menyebalkan.

Desember 1974, saat hendak mengunjungi Bill Gates, Paul Allen membaca artikel majalah Popular Electronics dengan judul “World`s First Microcomputer Kit to Rival Commercial Models”. Artikel ini memuat tentang komputer mikro pertama Altair 9090. Allen kemudian berdiskusi dengan Bill Gates. Mereka menyadari bahwa era “komputer rumah” akan segera hadir dan meledak, membuat keberadaan software untuk komputer – komputer tersebut sangat dibutuhkan. Dan ini merupakan kesempatan besar bagi mereka.

Kemudian dalam beberapa hari, Gates menghubungi perusahaan pembuat Altair, MITS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems). Dia mengatakan bahwa dia dan Allen telah membuat BASIC yang dapat digunakan pada Altair. Tentu saja ini adalah bohong. Bahkan mereka sama sekali belum menulis satu baris kode pun. MITS, yang tidak mengetahui hal ini, sangat tertarik pada BASIC. Dalam waktu 8 minggu BASIC telah siap. Allen menuju MITS untuk mempresentasikan BASIC. Dan walaupun, ini adalah kali pertama bagi Allen dalam mengoperasikan Altair, ternyata BASIC dapat bekerja dengan sempurna. Setahun kemudian Bill Gates meninggalkan Harvard dan mendirikan Microsoft.

Bill Gates Meninggalkan Harvard Demi Mengejar Impian

Ketika ia bosan dengan Harvard, Gates melamar pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan komputer di daerah Boston. Gates mendorong Paul Allen untuk mencoba melamar sebagai pembuat program di Honey-well agar keduanya dapat melanjutkan impian mereka untuk mendirikan sebuah perusahaan perangkat lunak.

Pada suatu hari di bulan Desember yang beku, Paul Allen melihat sampul depan majalah Popular Mechanics, terbitan Januari 1975, yaitu gambar komputer mikro rakitan baru yang revolusioner MITS Altair 8080 (komputer kecil ini menjadi cikal bakal PC di kemudian hari). Kemudian Allen menemui Gates dan membujuknya bahwa mereka harus mengembangkan sebuah bahasa untuk mesin kecil sederhana itu. Allen terus-menerus mengatakan, â€Å“Yuk kita dirikan sebuah perusahaan. Yuk kita lakukan”. Saat itulah mereka menemukan jalan hidup mereka.

Kedua sahabat itu bergegas ke sebuah komputer Harvard untuk menulis sebuah adaptasi dari program bahasa BASIC. Gates dan Allen percaya bahwa komputer kecil itu dapat melakukan keajaiban. Dari sana pula mereka mempunyai mimpi, tersedianya sebuah komputer di setiap meja tulis dan di setiap rumah tangga.

Semangat Allen dan Gates tidak percuma, dan dari sana mereka mendirikan perusahaan Microsoft. Berawal dari komputer kecil itulah yang menjadi model dari segala macam komputasi. Dan sekarang bisa Anda lihat bahwa Microsoft telah benar-benar menjadi bagian dari kebutuhan komputasi di seluruh dunia. Dan hampir setiap orang mengenal Bill Gates sebagai orang terkaya di dunia saat ini.

“Orang yang sukses adalah orang yang memiliki mimpi dan keyakinan bahwa mimpi itu akan dapat terjadi berapapun harga yang harus ia bayar”

Sukses adalah Pilihan karena tidak semua orang ditakdirkan untuk menjadi sukses. Hal tersebut disebabkan seseorang yang sukses berani berpegang teguh pada mimpinya dan mampu meniti jalan yang konsisten. Dia tidak menyerah dikala orang lain menyerah. Ia tidak mendengarkan orang lain yang pesimis bahwa apa yang kita  lakukan adalah kemustahilan. Dia berpegang teguh dan berusaha dengan sistematis,terus mengevaluasi dari kegagalan dan bangkit kembali dari dasar kegagalan.

Seorang pemenang dan pecundang dibedakan dengan garis tipis. Setiap hal sudah memiliki garisnya sendiri, dan pecundang terkadang berhenti saat garis belum terlihat. Sebuah batu digariskan akan pecah pada pukulan yang ke 100 tetapi bila kita berhenti pada pukulan 99 maka kita takkan melihat batu itu pecah. Dengan mimpi maka kita akan berkata lantang suatu hari “Mimpi saya menjadi Kenyataan”

“Tanpa Arah dan Tujuan, Tidak ada Gunanya Seorang Ninja Hidup di Dunia Ini – Guy Maito ”

                Demikian halnya dengan kita, tanpa tujuan jelas kita akan terkatung – katung dalam samudera kehidupan. Semua potensi yang kita miliki akan menjadi sebuah kesia –siaan karena tidak digunakan untuk memaksimalkan hidup. Mimpi laksana petunjuk arah saat kita bepergian, dengan petunjuk maka kita akan dapat menemukan tempat yang kita inginkan.

Kehidupan akan terus berputar, dia takkan menunggu kita hingga kita mendapatkan tujuan. Kita yang harus mengejar kehidupan, kita rencanakan drama kehidupan kita akan seperti apa hingga bila suatu saat kita akan menceritakan kembali pada generasi penerus kita akan mampu menjadi petunjuk arah bagi mereka. Sekarang kita membutuhkan sebuah Model (Seseorang) yang baik kita contoh untuk mewujudkan mimpi, dan nanti estafet pun akan berganti saat kita menjadi model bagi keluarga, anak ataupun orang lain. Jangan bangga saat kita menjadi model dalam bidang yang buruk karena mungkin dulu kita salah memodel orang.

Satu kata “BERUBAH”, Mulai saat ini, Mulai dari yang Kecil dan Kerjakan secara konsisten. Tunjukkan kemauan kuat hingga kita bisa berkata “SUCCESS IS MY RIGHT”. Dengan jalan ini, dengan mimpi ini kita akan meniti kesuksesan.

Sebongkah Berlian dalam Dirimu

Diposting oleh On 23.47 with No comments

Setiap kita dilahirkan untuk sukses. Makna kesuksesan itu sendiri tak didefinisikan secara seragam. Secara umum kita mengenal 4Ta untuk mendefinikan kesuksesan seseorang yaitu Harta, Tahta, Kata dan Cinta. Saat seseorang memiliki keempat – empatnya secara sempurna maka ia dapat dikatakan telah sukses. Akan tetapi, tidak semua seperti itu, sebagian orang ada yang mendefinisikannya sebagai kemampuan dalam hidup berlimpah,adan kebercukupan (cukup buat beli mobil, cukup buat beli rumah, cukup buat jalan – jalan keluar negeri J)

Yah, setiap orang memiliki pemikirannya sendiri karena setiap kita adalah unik. Untuk sesuatu yang dikatakan sukses, kita memiliki definisinya sendiri – sendiri. Kadang kita terpesona oleh penampilan luar tetapi hampa di dalam. Jangan sampai kita banyak mengejar materi setelah kita mendapatkan bukan kebahagiaan yang kita dapat, tetapi kehampaan dan kesepian diri. Itulah mengapa banyak orang – orang terkaya dunia seperti Bill Gates, Warren Buffet menyumbangkan kekayaannya untuk digunakan bagi menolong orang – orang dhuafa.

Menurut saya, berbagi merupakan bagian tak terpisahkan dalam kesuksesan. Berbagi menjadikan kita sukses menebar kebaikan dan manfaat bagi orang lain. Ingat, tubuh tak hanya membutuhkan asupan fisik tetapi juga batin dan spiritual.

Saya sangat menyukai anime dan manga Jepang. Cerita – cerita komik dan filmnya sarat makna. Tidak hanya masalah materi yang dibahas tetapi emosional dan spiritual, salah satunya adalah komik Naruto. Kisah tentang seorang anak ninja yang memiliki mimpi besar untuk menjadi pemimpin desa ninja Konoha. Mimpinya ia tanamkan dalam pikirannya dan menjadi sebuah obsesi positif dengan demikian ia memiliki tujuan yang jelas akan menjadi apa Naruto di masa depan dan bagaimana ia akan mencapainya.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa “Hanya 20% karyawan yang bekerja sesuai dengan passionnya (Penelitian Gallup Organisation)”, yup walaupun penelitian ini meneliti para karyawan tetapi bisa kita katakan setiap orang seharusnya bekerja sesuai dengan passion (dorongan dalam diri). Passion adalah Sesuatu yang mendorong kita untuk mengerjakan sesuatu dan memberikan sebuah perasaan bahagia dan tak mudah menyerah. Hal tersebut terjadi karena kita menyukai, mencintai dan menggilai hal tersebut. Hal tersebut yang menjadikan kita seakan – akan memiliki tenaga tak terbatas untuk melakukan kegiatan dan menggapai mimpi sesuai dengan passion kita.

Salah satu contoh adalah saat kita memilih jurusan untuk kuliah di perguruan tinggi. Berapa banyak yang sudah menentukannya sejak jauh – jauh hari? Pengalaman penulis saat masih SMA di Jakarta adalah saat harus memilih jurusan banyak teman – teman yang dilanda kebingungan apa yang harus dipilih. Ketidaktahuan tentang prospek masa depan, apa yang akan dipelajari dan yang terpenting adalah banyak yang tdak tahu ingin menjadi apa nanti. Hal tersebut membuat mereka banyak yang saling ikut – ikutan dalam menentukan pilihan.

Efek buruknya adalah saat kuliah, ia tak maksimal. Karena banyak hal yang mengganggu dan tidak sesuai akhirnya berdampak pada nilai akademis, pergaulan yang tidak jelas, pola belajar yang tidak teratur, perencanaan hidup yang banyak “let it flow” biarkan mengalir seperti air. Kita tak menemukan passion kita hingga akhirnya tidak dapat memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita sendiri. Banyak kemampuan yang harusnya dikembangkan menjadi sia – sia karena tenggelam oleh kemampuan yang sebenarnya bukan “Gue Banget” tetapi jalur kehidupan mengharuskan kita mengerjakannya.

Setiap diri kita bagaikan sebongkah berlian yang belum terasah. Untuk mengasahnya dan menjadikan diri kita sukses diawali dengan menemukan passion kita dan menentukan tujuan, target dan mimpi kita di masa depan.  Memiliki mimpi, menuliskannya dan menggambarkan mimpi kita akan menjadikan otak kita lebih kaya dan berdaya untuk mewujudkan hal tersebut. Kita membutuhkan sebuah rangkaian yaitu :

Vision – Passion – Attitute – Environment

pemahaman tentang bagaimana kita membutuhkan sebuah VISI/MIMPI sebagai petunjuk arah kehidupan agar hidup menjadi bermakna dan  bahagia menjalaninya. Setiap kita setelah membuat VISI harus menemukan PASSION kita. bagaimana gaya belajar, kegiatan apa yang kita sukai untuk mendukung kita menjadikan VISI menjadi REALITA. Untuk mencapai tujuan kita membutukan SIKAP yang tepat. Bagaimana VISI dan PASSION membentuk sikap dan tingkah laku yang tepat agar kita mencapai tujuan akhir kita. Tahap selanjutnya adalah kita membutuhkan LINGKUNGAN yang tepat untuk mendukung VISI, PASSION dan SIKAP kita menjadi satu kesatuan. Bagaimana mengubah LINGKUNGAN yang penting tetapi tidak mendukung tujuan kita agar menjadi TUJUAN BERSAMA

Proses tersebut diatas akan kita bahas satu – persatu dan lebih dari itu semua kita akan membangun sebuah pondasi untuk kehidupan yang lebih baik. Bersama kita berdaya, lakukan untuk diri sendiri, orang – orang yang kita cintai dan masa depan yang gemilang. Karena kita tidak dilahirkan untuk kalah, kita tak dilahirkan untuk menyerah, kita dilahirkan untuk SUKSES.

Kepemimpinan Dalam Berwirausaha

Diposting oleh On 17.15 with No comments

Sebuah organisasi membutuhkan seorang pemimpin untuk mengordinasi semua kegiatan agar tujuannyabisa tercapai. Pemimpin ibarat kepala dari tubuh manusia, kepala berisi otak yang mengendalikan semua kegiatan dari bagian tubuh yang lain. Bagian tubuh bagaikan bawahan yang melaksanakan perintah atau arahan dari kepala.Pemimpin juga dibutuhkan untuk mewakili anggota atau kelompok pada suatau waktu, selain itu pemimpin juga sebagai penerima resiko jika anggotanya mengalami kesulitan.
Semua oerganisasi ataupun kelompok memerlukan sosok pemimpin, dapat dilihat dari komponen terkecil dari masyarakat adalah sebuah keluarga.Keluarga juga memerlukan sosok seorang pemimpin untuk membina rumah tangga yang baik.Sehingga organisasi yang besar tentunya sangat memerlukan seorang pemimpin.Sepertihalnya sebuah lembaga pendidikan tak lepas dari sosok seorang pemimpin. Dalam makalah ini akan membahas tentang apa pengertian dari pemimpin dan apa saja jenis kepemimpinan yang ada.
 PENGERTIAN KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan berasal dari Bahasa Inggris leader  yang memiliki arti pemimpin atau tokoh. Selain itu pemimpin juga memiliki arti secara luas meliputi proses mempengaruhidalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut atau anggota untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.
Pengertian dari kepemimpinan memiliki banyak sekali pendapat dari para ahli, hal ini dikarenakan setiap orang memandang pemimpin dari sudut pandang yang berbeda-beda. Seorang pemimpin memberikan pengaruh kepada anggota atau bawahan yang dipimpinnya. Setiap anggota tentunya mendapatkan pengaruh yang berbeda-beda karena pada dasarnya setiap orang memiliki cara pandang yang berbeda.
Teori tentang kepemimpinan selalu mengalami perubahan dari masa ke masa. Hal ini dipengaruhi oleh cara pikir orang yang selalu berkembang sehingga pemahaman atau pengertian dari kepemimpinan selalu berkembang. Pada dasarnya semua pengertian memiliki kekurangan dan kelebihan karena disesuaikan dengan situasi dan masalah yang dihadapi.
Teori yang pertama berkembang hingga tahun 1940-an yaitu teori kepimpinan yang didasarkan pada teori sifat. Pada teori ini seorang pemimpin haruslah memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan yang bukan pemimpin.Sifat yang dimiliki seorang pemimpin misalnya ambisi dan erergi, keinginan untuk memimpin, kejujuran dan integritas, rasa percaya diri dan lain-lain.Menurut teori ini sifat seseorang merupakan bawaan dari lahir sehingga seseorang yang tidak memiliki sifat kepemimpinan tidak dapat menjadi pemimpin yang baik.
Selanjutnya pada tahun 1940-an hingga 1960-an berkembang teori kepemimpinan berdasarkan pada teori tingkah laku. Pada teori ini tingkah laku seorang pemimpin berbeda dengan tingkah laku bawahanya atau anggotanya yang bukan pemimpin.Berdasarkan teori tingkah laku seorang pemimpin dapat diajarkan sehingga untuk menjadi pemimpin yang baik hanya perlu berusaha dan berlatih secara terus menerus.
Teori kepemimpinan yang berkembang antara tahun 1960-an sampai tahun 1970-an teori kemungkinan. Teori ini juga bisa disebut teori situasional, karena keberhasilan seorang pemimpin tidak berdasarkan sifat atau tingkah laku akan tetapi dipengaruhi oleh situasi tertentu. Sehingga setiap situasi memerlukan cara atau gaya yang berbeda-beda untuk mengatasinya.
Antara tahun 1970-an hingga tahun 2000-an berkembang teori kepemimpinan mutakhir, seperti teori kepemimpinan atribusi, teori kepemimpinan karismatik dan teori kepemimpinan transformasional atau kepemimpinan transaksional. Teori atribusi menyatakan bahwa kepemimpinana hanyalah sebuah atribusi yang dibuat oleh orang (bawahan atau anggota) kepada orang lain (pemimpin). Teori kepemimpinan karismatik menyatakan bahwa seorang pemimpin memiliki pengaruh luar bisasa  pada oraganisasi. Hal ini dikarenaka seorang pemimpin memiliki tingkat kepemimpinan yang tinggi, dominasi kepemimpinana, serta keyakinan akan kebenaran moral dari keyakinannya. Sedangkan teori kepemimpinan transformasional adalah teori yang mengemukakan bahwa seorang pemimpin memandu atau memotivasi bawahannya untuk mencapai tujuan dan penegasan pada tugas bawahan masing-masing.Pemimpin memberikan pertimbangan dan rangsangan intelektual yang diindividualkan, dan memiliki karisma.
 JENIS KEPEMIMPINAN
Banyak teori yang mengungkapkan tentang kepemimpinan, sehingga muncul banyak jenis-jenis kepemimpinan yang dipahami dan juga diterapkan pada saat ini.Semua jenis kepemimpinan juga memiliki kekurangan dan kelebihan sehingga dalam penerapannya perlu memperhatikan banyak hal. Pada bab ini akan membahas 6 jenis atau model kepemimpinan yang ada. Yaitu: Koersif, otoritatif, afiliatif, demokratis,pecesetting, dan coaching yang tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing.
  1. Koersif
Jenis kepemimpinan ini bisa juga disebut dengan kepemimpinan otoriter. Pada jenis ini seorang pemimpin akan memerintah sesuai dengan kehendaknya sendiri tanpa ada orang yang boleh membantah semua perintahnya. Menurut pendapatnya seorang bawahan hanya akan bekerja jika diperintah. Selain itu pemimpin sudah menetukan ketentuan dari awal sehingga pada saat pelaksanaan tidak ada rencana atau usulan dari bawahannya. Pemimpin menjalankan semuannya sesuai dengan kehendak hati sang pemimpin sehingga bawahan hanya tinggal menjalankan apa saja tugasnya.
 Kelebihan dari tipe ini adalah ketika sebuah organisasi atau kelompok membutuhkan pengambilan keputusan secara mendadak dengan cepat dan tepat. Pengambilan keputusan akan difikirkan secara matang tanpa dipengaruri oleh orang lain. Selain itu saat pengambilan keputusan tidak perlu dengan adanya diskusi atau rapat dan terjadi perdebatan dari berbagai pihak yang hanya akan membuat keputusan tidak segera diambil. Sehingga pengambilan keputusan akan lebih cepat dan tepat jika diambil oleh seorang pemimpin saja. Selain itu pemimpin dengan jenis ini akan menumbuhkan sikap disiplin dari anggota atau bawahannya.
 Selain kelebihan jenis kepemimpinan ini juga memiliki kekurangan. Yaitu ketika pelaksanaan tugas atau pelaksanaan program-program yang direncanakan bawahan atau anggota kelompok tidak bisa berfikir kreatif dan akan mudah bosan. Hal ini dikarenakan apa yang dikerjakan sudah ditentukan oleh pemimpinnya dan bawahannya tidak boleh melakukan hal lain yang tidak sesuai dengan ketentuan. Selain itu tidak akan ada perubahan pada organisasi atau kelompok tersebut karena pemimpinnya sulit untuk menerima perubahan dan usulan dari bawahan atau anggotanya.
  1. Otoritatif
Jenis pemimpin ini bukan jenis pemimpin yang oteriter, akan tetapi pemimpin yang mendapatkan kekuasaan dengan persetujuan dan kejelasan visi yang ia paparkan. Seorang pemimpinakan menjadikan orang lain bergerak menuju sebuah visi yang sudah ditentukan dengan bersemangat karena ia akan memberikan penghargaan yang pantas dan tujuan yang jelas tidak hanya untuk jangka pendek tetapi juga untuk jangka panjang. Pemimpin akan melakuakn perubahan-perubahan untuk mencapai visi dari organisasi tersebut. Pemimpin jenis ini memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan mudah mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama.
Otoratif juga memiliki kekurangan yaitu saat organisasi yang dipimpinnya memerlukan keputusan yang cepat dan tepat dalam keadaan yang mendesak. Pemimpin jenis ini akan terlalu lama menentukan keputusan apa yang harus diambil. Selain itu pemimpin akan mengalami kesulitan saat anggota atau bawahannya tidak setingkat dengannya. Maksudnya para anggota atau bawahannya tidak mampu berfikir kreatif untuk sebuah perubahan. Selain itu pemimpin akan mengalami kesulitan saat bersama dengan tim ahli. Pemimpin ini akan dianggap terlalu angkuh atau sombong karena selalu berfikir kedepan dan menganggap orang lain tidak memiliki kemampuan atau pengetahuan seperti dirinya.
Kepemimpinan yang otoritatif juga  memiliki kelebihan yaitu ketika seorang pemimpin bertemu dengan anggota yang sepadan. Maksudnya, anggota yang mampu diajak bekerjasama dan mampu membuat perubahan-perubahan sesuai dengan kemajuan jaman.
  1. Afiliatif
Kepemimpinan yang afiliatif adalah seorang pemimpin yang memberikan jalan bagi anggotanya untuk bertindak.Seorang pemimpin mengedepankan kebahagiaan dari anggotnya. Setiap anggotanya memiliki kesempatan yang sama dalam memberikan ide-ide untuk kemajuan dari organisasi. Pemimpin akan sangat disenangi oleh semua bawahan atau anggotanya karena dalam organisasi semua memiliki sifat terbuka.
Kelemahan dari teori ini adalah anggotanya akan merasa ketergantungan kepada pemimpinnya, karena pemimpin selalu membantu dan mengedepankan anggota atau bawahannya, pemimpin ibarat sebatang lilin yang rela terbakar untuk menerangi sekelilinganya. Selain itu apabila seseorang yang belum mengenal pemimpin tersebut akan menganggap remeh pemimpinnya, karena seorang pemimpin selalu terbuka dengan masalah yang dihadapi dan meminta pendapat dari bawahannya sehingga orang akan menanggap bahwa pemimpinnya tidak memilii kemampuan yangn memadai.
Selain itu teori ini memiliki kelebihan yaitu terjadi harmonisasi antara pemimpin dan bawahannya karena adanya keterbukaan. Sehingga dalam mencapai tujuan organisasinya dapat saling bekerja sama dengan baik.Kelebihan yang paling utama adalah para anggotanya merasa senang karena pemimpin memprioritaskan semua kegiatan dan tujuannya pada anggotanya.
  1. Demokatis
Kepemimpinan jenis ini mengedepankan pendapat dari anggota untuk mengambil keputusan sehingga setiap masalah diselesaikan dengan cara musyawarah dan mufakat. Kepemimpinan ini hampir sama dengan kepemimpinan afiliatif akan tetapi perbedaannya adalah seorang pemimpin tidak mengedepankan kebahagiaan dari anggotannya akan tetapi tujuan keterbukaan adalah untuk saling faham satu sama lain sehingga bisa tercapai kerjasama. Pemimpin akan mengambil keputusan sesuai dengan suara terbanyak dari anggota.
 Kelemahan dari kepemimpinan jenis ini adalah jika seorang pemimpin tidak dapat mengambil keputusan dengan tepat dan terjadi kontra anatar anggota, selain itu apabila anggota tidak sefaham atau memiliki carapandang yang berbeda dengan pemimpin sehingga pada saat pengambilan keputusan tidak terjadi titik temu hanya saling berdebat satu sama lain. Pengambilan keputusan juga tidak selalu sesuai karena suara terbanyak belum tentu keputusan yang terbaik.Adakalanya suara terbanyak justru menjerumuskan kehal-hal yang tidak baik.
 Akan tetapi jenis kepemimpin ini juga memiliki kelebihan yaitu terjadinya ketrebukaan antara anggota dan pemimpin jadi semua masalah yang terjadi dalam organisasi diketahui oleh semua anggota dan dapat turut menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga pemimpin juga tidak terlalu terbebani akan masalah yang dihadapi karena ditanggung bersama.
 Pacesetting 
Jenis kepemimpinan ini menyatakan bahwa seorang pemimpin membutuhkan atau menuntut kesempurnaan dari anggotanya. Pemimpin membuat standar-standar yang harus dipenuhi oleh setiap anggotanya agar tercapai apa yang diinginkan pemimpinnya. Seorang pemimpin akan mengambil alih tugas dari anggotanya apabila apa yang dikerjakan tidak sesuai dengan standar yang ia tetapkan. Pemimpin tidak segan-segan untuk mengganti anggota dengan orang lain jika ia merasa tidak cocok atau tidak memenuhi standar.
Kelemahan dari jenis kepemimpinan ini adalah jika angotanya adalah orang yang tidak suka berkembang atau sulit memotivasi diri maka anggota merasa tidak dianggap oleh pemimpin dan menjadi malas untuk mengerjakan tugasnya dan pada akhirnya hanya akan diganti dengan yang lain.Pemimpin memiliki banyak pekerjaan karena mengontrol setiap kegiatan dari anggotanya bahkan mengambil alih setiap pekerjaan yang tidak sesuai dengan standarnya.
Kelebihan dari jenis ini adalah apa yang dilakukan oleh anggota dari organisasi selalu sempurna. Karena sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemimpin. Selain itu pemimpin jenis ini juga akan sangat maju jika bertemu dengan anggota yang senang bekerja dan mampu membangun motivasi dirinya. Sehingga anggotanya akan memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh pemimpin jadi semua dapat selesai sesuai target.
  1. Coaching
 Jenis kepemimpinan ini hampir sama dengan kepemimpinan pacesetting karena pemimpin ini juga menuntut kesempurnaan dari anggotanya. Akan tetapi jenis ini menetukan ketentuan yang berbeda-beda untuk setiap orang.Pemimpin ini menuntut anggotanya untuk berkembang sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki masing-masing anggota. Karena pemimpin berpendapat bahwa dengan berkembangnya anggota maka akan berkembang pula organisasi yang dipimpinnya.
 Kelemalan dari kepemimpinan jenis ini adalah seorang pemimpin memerlukan waktu yang lama untuk mengembangkan anggotannya satu-persatu karena setiap individu berbeda-beda sehingga perlu diadakan pembicaraan secara langsung dengan anggota satu persatu. Selain itu anggota yang malas akan merasa tertekan karena selalu dituntut untuk melakukan hal-hal tertentu.
 Selain kelemahan tentunya jenis kepemimpinan ini juga memiliki kelebihan yaitu pemimpin akan mengenali semua anggota yang ada dalam organisasinya. Hal ini juga dapat untuk menggali kemampuan terpendam dari anggotanya dan juga memperbaiki kelemahan-kelemahan dari anggotanya.
 PENUTUP
Terdapat banyak sekali teori yang mengemukakan tentang kepmimpinan dan juga jenis dari kepemimpinan itu sendiri.Diantaranya, teori sifat, teori tingkah laku, teori situasional, teori karimatik, teori atribusi dan teori transformasional atau transaksional. Dari beberapa teori tersebut muncul jenis kepemimpinan misalnya jenis kepemimpinan Koersif, otoritatif, afiliatif, demokratis,pecesetting, dan coaching. Setiap teori dan jenis kepemimpinan tentunya memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing.Sehingga apabila ingin menjadi seorang pemimpin perlu mengambil beberapa pertimbangan untuk mengambil keputusan.Seorang pemimpin dapat memadukan lebih dari satu jenis kepemimpinan agar dapat tercapai tujuannya.
 DAFTAR PUSTAKA
Nurkholis.2003.Manajemen Berbasis Sekolah.Jakarta:Grasindo